Beranda » Buku » Leveraging Yourself, by Making a Decision

Leveraging Yourself, by Making a Decision

Bapak/Ibu sekalian, ketika ditanya apa yang membuat saya keep on going in desperate hour, dalam masa-masa sulit, 3 – 4 tahun pertama dalam karir bisnis saya? Apa yang membuat saya tidak menyerah? Jawabannya adalah karena saya tidak punya kemungkinan lain lagi.

I already gave up my career

Saya tidak punya pilihan lain, either I succeed or I die. Begitu kira-kira.

Banyak teman saya yang memulai bisnis part time. Jadi sambil menekuni profesional works-nya, ia ‘nyambi’ membangun bisnis. Cara ini jarang berhasilnya. Membangun bisnis di awalnya membutuhkan ketekunan. Sama seperti ketika kita menanam benih, awal-awalnya harus dipelihara ekstra ketat. Kemungkinan benih tadi mati sebelum pohonnya tumbuh, besar sekali. Tingkat kesulitan yang paling tinggi ada di awal-awal pendirian sebuah bisnis. Apalagi bisnis kecil dan sifatnya start-up.

Nah, teman-teman saya yang nyambi tadi, ketika bisnisnya ‘susah’, akan gampang sekali untuk menyerah, karena mempunyai pilihan lain. Akibatnya secara alamiah, ia tidak tekun dan gampang menyerah.

Sebaliknya bagi orang-orang yang sudah tidak punya pilihan lain, ia lebih tekun, lebih resielence,karena baginya tidak kemungkinan lain. Apakah ia akan berhasil atau mati. Apalagi jika nasib anak istri menjadi taruhannya.

Dalam teori motivasi, decision memegang peranan penting. Decision berasal dari kata latin, yang artinya memotong (to cut). Ketika seseorang decide (memutuskan) artinya ia memotong kemungkinan yang lain.

decision

Jadi, jika kita ingin me-leverage diri kita, buatlah keputusan (decision). Yang berarti kita memutuskan untuk tidak ada kemungkinan yang lain. Seperti cerita seorang jenderal yang membakar kapalnya, supaya tentaranya termotivasi berperang. Tidak ada jalan lain kecuali bertempur sepenuh hati, karena kapalnya sudah dibakar. Pilihannya adalah maju berperang dan menang, atau mati. Sang tentara tidak bisa pulang lagi karena di belakangnya cuma ada laut, dan kapalnya sudah menjadi abu.

It Takes Time to Succeed

Setelah kegagalan demi kegagalan di masa awal. Setelah pengalaman yang menya kitkan di 3 – 4 tahun pertama, ternyata kemudian bisnis saya mulai tumbuh. Finally, I see the light at the end of the tunnel. Untungnya saya tidak menyerah!

Bapak/Ibu sekalian, membangun bisnis membutuhkan waktu. Sama seperti menanam pohon. Hari ini ditanam, besok belum akan berbuah. Dan panen masih membutuhkan waktu lebih lama lagi. It takes time to succeed!

Saya berani mengatakan bahwa tidak ada instant success. Semuanya membutuhkan proses. Tukul bukan berhasil hanya gara-gara acaranya Empat Mata meledak. Tukul menjadi sukses karena bertahun-tahun berlatih dan tekun di profesinya. Tukul sukses karena bertahun-tahun tekun bersiap-siap. Acara Empat Mata adalah kesempatannya. Sukses adalah pertemuan antara persiapan dengan kesempatan.

Instant Success is twenty years in the making.

But, moral of the story adalah it takes time to succeed.Banyak orang yang gagal karena ‘berhenti’ dan tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan ketika mereka memutuskan untuk menyerah.
Bali Post, Edisi Minggu 5 Juni 2011 (hal. 3).
Sebuah artikel yang ditulis oleh CEO BPR Lestari,
Alex P. Candra,
dalam kolom Money and I.

Diambil dari Milis Tangan Di Atas

Berita Lainnya

  • DICARI ANAK MUDA YANG PENGEN SUKSES LEWAT JALUR DIGITAL MARKETING

    DICARI ANAK MUDA YANG PENGEN SUKSES LEWAT JALUR DIGITAL MARKETING

    • Rabu, 15 Mei 2024

    📝Dibuka kembali PROGRAM BEASISWA KURSUS DIGITAL MARKETING🤝KERJASAMA KEMENDIKBUDRISTEK DAN @LKPKEMBAR.💯Program Kursus Digital Marketing ini 100% GRATIS tanpa dipungut biaya apapun🔥Peserta kursus berpeluang dibantu penyaluran kerja/magang.💻Peserta kursus akan mendapat ilmu seputar digital marketing, mulai dari:⚡Fotografi Produk🌟Desain Grafis✅Google Trends, Google Business, Google Search Console❤️Media Sosial & Iklan🌹Marketplace & Iklan🗒️Website, Blog, SEOdst.✅Utk persyaratan peserta silakan cek di banner […]

    Selengkapnya »
  • EYE LEVEL ENGLISH

    EYE LEVEL ENGLISH

    • Senin, 20 Januari 2020

    EYE LEVEL ENGLISH Belajar English di Eye Level bukan hanya tentang mempelajari bahasa inggris tapi juga mengembangkjan penguasaan seni bahasa inggris untuk memenuhi standar kurikulum global. Untuk Info lebih lengkap, langsung saja datang ke : LKP KEMBAR Cabang Jl Pemuda Jl. Pemuda 5 Bareng Klaten Tengah WA: 0857-0204-0999   #eyelevel #eyelevelkorea #bimbelmatematika #bimbelbahasainggris #bimbelklaten #kabarklaten […]

    Selengkapnya »
  • LULUS LES BACA AHE

    LULUS LES BACA AHE

    • Selasa, 16 Februari 2021

    LULUS LES BACA AHE Dek Lutfi lulus les baca Ahe nih. Dan sudah menyelesaikan semua modul Ahe dengan baik. Saat ini kemampuan membaca Dek Lutfi juga sudah lancar. Sudah bisa membaca soal jika ada tugas dari sekolah. Dan pastinya jadi lebih percaya diri lagi. Semangat selalu untuk Dek Lutfi.   LKP Kembar Pusat Jln. Solo-Yogya […]

    Selengkapnya »
  • Wasiat Terbesar Sang Guru Besar (2)

    Wasiat Terbesar Sang Guru Besar (2)

    • Kamis, 20 Oktober 2011

    La Ilaha Illallah Senjata yang paling utama untuk melawan dan mengusir setan adalah mengucapkan kalimat la ilaha illallah (Tidak ada tuhan selain Allah), serta berzikir mengingat Allah. Rasulullah dalam sebuah hadits qudsi mengatakan bahwa Allah berfirman, “La ila illallah itu adalah benteng-Ku; barang siapa yang mengucapkannya, sesungguhnya ia telah masuk ke dalam benteng-Ku, sedang siapa […]

    Selengkapnya »
  • Workshop Komputerisasi Akuntansi dengan MYOB

    Workshop Komputerisasi Akuntansi dengan MYOB

    • Senin, 14 April 2014

    Kesulitan membuat laporan keuangan? Ingin manajemen keuangan usaha Anda lebih baik? Ingin tahu mudahnya belajar akuntansi? Yuk ikut: Workshop Komputerisasi Akuntansi dengan MYOB “Tingkatkan Kinerja Keuangan Perusahaan dengan MYOB Accounting” Minggu, 27 April 2014 pukul 09.00-11.00 di LKP KEMBAR Materi : Dasar-Dasar Akuntansi Pengenalan MYOB Pembuatan Data Perusahaan Pembuatan Daftar Akun Pembuatan Jurnal Umum Pembuatan […]

    Selengkapnya »
  • good-morning

    Motivasi Pagi (3)

    • Minggu, 15 Januari 2012

    Motivasi : Kadang kita lebih fokus membesarkan keinginan dibandingkan perbuatan. Sehingga keinginan kita kemarin tidak cukup lagi mjd keinginan kita hari ini. Sedangkan dalam hal berbuat, selalu cukup dengan apa yg telah kita lakukan sebelumnya. Ingatlah bahwa hidup bukanlah sebuah hadiah, dia adalah sebuah perjuangan. Dimana hari ini adalah buah dari perbuatan kita sebelumnya, dan […]

    Selengkapnya »