Beranda » Buku » Mengabadikan Momentum

Mengabadikan Momentum

Ada masa-masa dimana kita merasa terbang sebebas merpati, menjelajahi ruang bernama bumi dalam eloknya kepakan yang menari bersama mimpi. Semua terasa membumbung dalam debar-debar yang tak menentu. Dingin, panas, bergetar, penuh senyuman, juga… tentu saja dilengkapi dengan sedikit ketakutan. Mungkin ini yang dinamakan dengan prasasti yang tak terlupakan. Terkadang kita perlu mengabadikan momen-momen yang menghidupkan itu dalam bait-bait manis yang tertuang dalam prosa sederhana. Melabuhkan semua cerita hingga mengalir bersama kiasan-kiasan indah bernama puisi yang selalu tak berkesudahan.

Sedikit merekam sentuhan purnama yang tak terasa, namun begitu mencengkeram keindahannya. Merengguk ia yang bernama nikmat dari sebuah ikhtiar, merasai getar yang sungguh tak biasa. Hingga melupakan sejenak lelah, penat, sesal, jengah, hingga rasa benci yang tak berkesudahan dan menggantikannya dengan senyum riang yang menggema. Jangan tahan ia, selagi hatimu memang sedang ber-irama, karena sungguh, tak setiap hari engkau akan melewatinya.

yes - momentum

Dan begitulah sajak-sajak tentang kesyukuran. Semuanya hanya berpangkal kepada KESYUKURAN. Kau takkan pernah merasai indah selamanya, jika syukurmu tak kau jaga dan pelihara. Juga ketika usiamu termakan oleh waktu lalu kau gugat ia dengan sebuah penyesalan. Sejatinya, semua yang menggetarkan itu lahir karena beningnya rasa SYUKUR. Tentu saja, rasa itu harus berdasar, harus di dasari tujuan yang benar, dan dilengkapi dengan tuntunan (ilmu) yang juga layak. Kesyukuran itu terbangun atas dasar IBADAH kepada Allah, kesyukuran itu terstruktur karena keinginan untuk mendekati-Nya, bahkan, selagi kau bisa, upayakan agar rasa syukur itu lahir karena kerja-kerja jiwamu yang berkualitas nan menggairahkan. Tentu saja, semua kerja-kerja itu, lahir karena-Nya.

Jika kesyukuran adalah penyebab engkau memiliki hari sehangat musim semi, dan waktu terasa seperti kelopak bunga yang indah nan rupawan. Maka lengkapilah ia dengan ikhtiar yang maksimal. Ikhtiar yang terbangun untuk menjaga kualitas-kualitas amalmu. Meng-kotak-kan ia dalam labirin bernama ISTIQOMAH, agar kau selalu tak pernah bisa keluar dari jalanan-jalanan ISTIQOMAH yang tentu saja melelahkan. Jika Ikhtiar itu sudah kau lengkapi guna menuju jalanan panjang bernama ISTIQOMAH, maka kuatkanlah langkahmu dengan jejak-jejak keyakinan bernama ISTIMRORIYAH. Temannya amal yang berkualitas, meskipun kecil, tentu saja adalah ISTIMRORIYAH. Amal yang berlangsung secara terus menerus, meski ia sederhana, meski ia tak ada apa-apa dimata manusia. Tentu saja, ikhtiar dalam jalan bernama ISTIQOMAH, serta amal yang tak pernah mati bukanlah perkara gampang. Maka hendaklah, aku, kamu dan kita semua, terus merekam hari-hari yang istimewa dalam hidup kita. Sederhana saja tujuannya, kita hanya ingin menjadi hamba-hamba-Nya yang bersyukur, hingga kemudian ALLAH selalu akan membalasnya dengan nikmat yang juga tak berkesudahan.

Anis Matta menamainya dengan MOMENTUM. Titik waktu dimana segala potensimu engkau lejitkan. Titik kesadaran dimana kau begitu memahami, bahwa inilah saatnya aku bersiap-siaga dan memberi yang terbaik. Titik balik dimana ia yang bernama TAK MUNGKIN menjadi MUNGKIN, yang bernama KETAKUTAN, menjadi KEBERANIAN, juga KEENGGANAN menjadi KERJA KERAS yang tak berkesudahan. MOMENTUM inilah yang harus kau cipta. Ia bisa saja terindikasi dengan getarnya hatimu karena mengingat-Nya, atau juga karena alasan-alasan tertentu yang membuatmu tersadar, bahwa segala sesuatu itu MUNGKIN. Segalanya sesuatu itu PUNYA PELUANG. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya sebaik mungkin. Maka janganlah tunggu ia yang bernama MOMENTUM, tapi ciptakanlah…

Maka sedingin sajian malam di ujung winter.. Momen-momen yang menggetarkan itu perlu direkam erat-erat dalam memori. Jangan jadikan ia hanya sebagai coretan waktu yang berlalu lalu menghilang dari kehidupan kita. Ia seharusnya menjadi pelecut semangat untuk meraih asa, menjadi sekolam air di tengah sahara yang senantiasa dirindu para pengembara, momen-momen ini, tentu saja perlu dikenang sebagai upaya kita untuk menjadi pemenang.

Maka melejitlah seterang matahari, terbanglah bersama mimpi, selagi kau masih tersadar untuk berpijak bersama bumi, jangan takut untuk melangkah. Sebab kesuksesan, dan getar-getar iman itu, hanya akan terasa bagi mereka yang mau untuk mengambil langkah-langkah tak biasa. Sudah siapkah ?

Oleh: Yusuf Al Bahi - dakwatuna.com

Berita Lainnya

  • Mengunggah Konten Pada Website

    Mengunggah Konten Pada Website

    • Rabu, 29 September 2021

    Mengunggah Konten Pada Website Hallo Teman-Teman! Hari ini para peserta kursus Digital Marketing kerjasama LKP Kembar dan Kemendikbud sedang belajar mengunggah Konten pada Website. Masih ada 2 kursi lagi buat ikutan kursus gratis Digital Marketing. Buat yang berminat silakan DAFTAR ONLINE di : http://bit.ly/dmkembar Berikut ini syaratnya: 17-24 tahun, pendidikan terakhir max SMA/SMK putus sekolah […]

    Selengkapnya »
  • Your Soul’s Calling

    Your Soul’s Calling

    • Selasa, 19 Juni 2012

    The word “soul” is a tricky one because it can mean many things and have different connotations. It can have religious overtones, and therefore, scare some people off from a conversation once you mention the word. For others, it can be an exciting topic and grab their attention. “Soul” can be defined as the “immaterial […]

    Selengkapnya »
  • KELAS MS OFFICE

    KELAS MS OFFICE

    • Rabu, 16 Desember 2020

    KELAS MS OFFICE Bu Ummi dan Bu Lilik sedang mengikuti Kelas Ms Office. Memang materi Ms Office ini sangat penting untuk dikuasai karena sangat dibutuhkan di semua jenis pekerjaan. Seperti Bu Ummi yang belajar Ms Office untuk kepentingan pekerjaan sebagai guru dan Bu Lilik yang belajar Ms Office untuk persiapan seleksi perangkat desa. Kamu sudah […]

    Selengkapnya »
  • BOSAN DIRUMAH, INGIN BELAJAR LAGI

    BOSAN DIRUMAH, INGIN BELAJAR LAGI

    • Selasa, 19 Mei 2020

    BOSAN DIRUMAH, INGIN BELAJAR LAGI Dek Rizky dan Dek Khanza sudah mulai bosan dirumah Bun, sehingga sudah masuk les Baca dan Hitung lagi di LKP KEMBAR. Karena belajar dirumah sudah lama memang bisa membuat anak-anak bosan ya Bun. Akhirnya mereka sendiri yang meminta untuk masuk les kembali. Jangan biarkan putra-putri Bunda bosan dirumah. Yuk isi […]

    Selengkapnya »
  • Persiapan Sebelum Daftar CPNS 2017

    Persiapan Sebelum Daftar CPNS 2017

    • Sabtu, 22 Juli 2017

    Sakit hati karena putus cinta? Yg sakit itu sebenernya bukan karena putus cinta, tapi karena udah putus tapi masih cinta! Daripada stalking mantan,mending ikut kursus di LKP KEMBAR dapetin sertifikat utk daftar CPNS segera! Begitu kamu lolos tes CPNS & jadi PNS,mantan kamu bakal nyesel! Follow ig @lkp_kembar ya gaess! dapetin pulsa gratis nya bwt […]

    Selengkapnya »
  • KELAS AHE DIMULAI DI LKP KEMBAR CABANG UNWIDHA

    KELAS AHE DIMULAI DI LKP KEMBAR CABANG UNWIDHA

    • Sabtu, 26 Januari 2019

    KELAS AHE DIMULAI DI LKP KEMBAR CABANG UNWIDHA   Ada yang rumahnya di sekitar Unwidha dan ingin belajar membaca ??? Kelas Membaca AHE sudah mulai nih Bun di LKP KEMBAR Cabang Unwidha.  Mampir yuk ke LKP KEMBAR Cabang Unwidha dan tanya – tanya informasi Les Baca AHE nya. Dik Enggar sedang semangat – semangatnya nih […]

    Selengkapnya »