Bahasa Langit

Di saat Langit biru cerah, ia seperti matahari yang menyinari apa pun dengan pandangan sama.

Di saat gelap malam, ia seperti bintang yang menampilkan Lukisan keindahan dan menjadi navigasi bagi kehidupan.

Dan saat bermendung, ia memberi kesejukan dengan hujannya sekaligus memberi cahaya terang petir yang tiba-tiba.

Ia juga bagai gemuruh suara Guntur yang tiba-tiba saja terdengar. Kita tidak tahu pastiĀ  kapan ia akan hadir menyentak sunyinya kesadaran kita. Meski mendung dapat menjadi ciri akan kehadirannya, tapi tidak selalu memberi janji kapan pastinya akan terdengar.

Hanya ketika kilatan petir menjadi cahaya penerang kegelapan Langit, tak lama kemudian suara terdengar. Begitulah tutur bahasa Langit, ia terdengar hanya ketika kesadaran yang dibentuk oleh mendung kesejukan telah menerangi redupnya Langit pemahaman kita.

bahasa langit

firecatching.blogspot.com

Kehidupan ini memang alami seperti langit terkadang cerah, kadang diliputi awan putih atau bahkan mendung hitam. Saat kita fokus pada apa yang tidak kita sukai, sering kali kita mudah menyalahkan keadaan alam yang ada. Namun tatkala kita mampu menyesuaikan diri dengan apa yang ada, rasa syukur lebih mudah mengalir. Saat cuaca cerah dan hangat, menjual minuman dingin membuat kita menjadi sukses. Saat musim hujan tentu menjual payung atau jas hujan akan lebih berguna. Bahagia tidaknya kehidupan ini rupanya bergantung pada bagaimana kita menyikapi perubahannya yang datang silih berganti.

Akan selalu ada awan putih dan awan hitam di langit sebagaimana adanya, meskipun kita gemar mengeluh atas apa yang kita tidak sukai. Begitulah kehidupan selalu akan memberi suka-duka silih berganti. Namun, mereka yang memilih ikhlas menyikapi keduanya dengan kelebihan pikiran positifnya, akan merasakan kebahagiaan sepanjang hidup. Sebaliknya mereka yang memilih mengeluh dengan pikiran negatif, rupasnya sedang mengundang penderitaan agar menemani kehidupan mereka sepanjang waktu. Kitalah yang paling berhak menentukan pilihan sikap atas kisah kehidupan kita sendiri. Betapa pun, suatu saat awan putih dan awan hitam akan berlalu juga menyisakan langit biru cerah yang kosong namun dipenuhi terang cahaya.

Diambil dari Buku Saat Semesta Bicara karangan W. Mustika.

Ingin baca buku ini? GRATIS di Sentra Buku Rumah Pintar Kembar,

Jl.Solo-Yogya km.30 Jombor Ceper Klaten. Telp (0272) 3154 777.

Buka Senin-Sabtu 08.00-20.00 dan Minggu 08.00-14.oo.

Kami tunggu kedatangan Anda di Rumah Pintar Kembar

Suka dengan Artikel ini? Dapatkan Update Artikel Terbaru dari Rumah Pintar Kembar, Masukkan Alamat Email Anda. Data Anda Aman. Kami membenci SPAM, seperti juga Anda. :

Delivered by FeedBurner

2 Comments

Leave A Reply